Di mana tetesan air mata
Yang
mengalir membasahi pipi
Ketika mengenang segala
dosa
Yang singgah menodai hati
Ke mana getaran rasa pergi
Tinggalkan
seorang hamba
Ketika memandang kuasa Ilahi
Hingga tak berbekas di jiwa
Permata yang hilang
Terpuruk di relung jiwa nan kelam
Rasa kesombongan
Sembunyikan kehambaan
Berjalan tanpa salah dan dosa
Seakan
tak pernah ada
Rasa
penyesalan
Hilang dalam kegersangan
Bersama
tandusnya taman iman
Yang menyerap embun
kesejukan
Permata
yang hilang
Terbenam dalam lumpur noda
Permata yang berharga
Terkikis masa
Bersama
nafsu menggoda
Dan kekuasaannya berjaya

Post a Comment